Pengalaman Saya Di Sekolah SMPN 1 Bangil

8 03 2012

Pada saat saya kelas 7 di kelas 7h saya belum mempunyai satu teman sekalipun, karena teman-teman saya yang dari SD tidak ada yang dikelas 7h… dan sekitar 1 minngu masuk sekolah, saya memberanikan diri untuk berkenalan dengan teman-teman saya yang baru di kelas 7h,, akhir nya saya kenal sama anak namanya Daniyal Mahmudy (9i), Adi Setiawan (9h), Dheo Drajat Dharma (9d), M.Abdul Syakur (9c)dan banyak laennya.. kalau disebutin satu-satu saya capek ngetik nya… hahaha😀

dia itu teman saya sampai sekarang.. dan kira-kira sekitar satu bulanan saya akrab dengan kawan-kawan kelas 7h.. sampek-sampek kalau ada acara apa aja saya selalu di ajak,, misalnya sepak bola di Alun-Alun Bangil melawan anak dari SMP laen.., Dan SMP yang menjadi lawan kami adalah Smp 2 dan MTS..  dan banyak lagi pengalaman saya di 7h yang sangat menyenangkan..

Dan pada saat rapotan, teman-teman 7h pisah semua ada yang ke kls C,E,F,G,H,I.. dan saya akhirnya mendarat di kelas 8g bersama M.Abdul Syakur.. dan dari kelas-kelas  yang laennya juga banyak yang ke kelas 8g.. contohnya M.Catur Rifki (7i), Agung Sudewo (7d), dan banyak yang laen nya.. maaf tidak bisa nyebutin satu-satu karena ini di warnet,, bukan di rumah sendiri.. dan yg saya kuatirin uang saya gak cukup untuk mbyarnya… hahaha🙂 :0

Pada saat saya di kelas 8g tidak kalah serunya sama di kelas 7h,, karena saya orang mudah bergaul saya siapapun,, dan teman-teman bisa menerima saya sebagai teman yang baik… hingga sekarang,,

sekian dari saya.. yang bisa ceritakan pengalaman-pengalaman saya di kelas 7 dan 8..dan di kelas 9 belum ceritanya karena gak ada uang untuk ngenet…🙂😀 Ditunggu saja ceritanya yaa…

 

 





Ska Indonesia

7 03 2012

1. Sejak kapan mulai dengerin Ska dan apa yang bikin suka?
Sekitar tahun 1996, waktu itu album Rancid yang bertajuk
...And Out Come The Wolves dengan single-nya Time Bomb sangat meledak. Di lagu ini, selain memang berbau Ska yang kental, mereka juga memasukkan unsur Reggae di tengah-tengah lagu. Lagu ini yang bisa dibilang menjadi pemicu saya untuk menyelami genre ini secara lebih dalam. Dan sampai hari ini pun Time Bomb tetep sukses bikin bulu kuduk saya merinding.
Di tahun berikutnya, saat sampeyan balik dari gawe di kapal pesiar dan ngasihin saya oleh-oleh majalah Alternative Press #109 08/1997  yang memuat artikel tentang Ska gelombang ke 3 berikut sub-genre-nya, Ska-Punk; dari sana saya jadi banyak mendapatkan referensi tentang aliran musik ini dan band-band Ska saat itu. Dari situlah saya jadi jatuh cinta dengan musik Ska—utamanya Ska Punk—sampai sekarang.
AP # 109

2. Kenapa harus Ska Punk?
Well, mungkin buat yang belum pernah denger, Ska sendiri secara resmi dibagi menjadi 3 gelombang (walaupun kata DJ Ace The Boss, sekarang sudah ada gelombang ke-4 yang disebut Traditional Ska Revival), yaitu: Gelombang Pertama yang dimulai sekitar tahun 60an dan lebih dikenal sebagai Traditional Ska. Kemudian Gelombang ke-2 dimulai sekitar akhir 70an, band yang paling signifikan di era ini adalah The Specials. Dan gelombang ke-3 di tahun 90an (akhir 80an) yang dianggap sebagai kebangkitan kembali musik Ska.

Lagi, kenapa harus Ska Punk, mungkin menurut saya lebih karena energinya ya. Menurut saya Ska Punk lebih berenergi dan kebanyakan lebih danceable. Bisa diingat juga di tahun 1994, kala itu Punk Rock juga bangkit lagi dengan ditandai suksesnya album Dookie dari Green Day, yang kemudian diikuti dengan bermunculannya band-band Punk Rock lainnya—termasuk juga Rancid. Dari situ berlanjutlah ke wabah musik Ska. Saya yang lebih dahulu suka musik Punk Rock, akhirnya lebih mudah mencerna dan menerima Ska yang sudah bercampur dengan unsur Punk Rock.

3. Dari tadi ngomongin Rancid melulu. Memangnya mereka itu band favorit anda?
He he… Saya memang cinta mati sama Rancid dan lebih spesifik lagi dengan Tim Armstrong, sang vokalis sekaligus otak di balik masuknya unsur Ska di band Punk Rock satu ini. Yang paling saya suka dari Tim Armstrong, walaupun suaranya sama sekali gak bagus—doi lebih banyak bergumam dari pada bernyanyi—lagu-lagunya menurut saya sangat soulful. Kalau dirunut sejarahnya, Tim Armstrong yang waktu itu memakai nickname Lint, adalah juga gitaris dari band legendaris dan kontroversial Operation Ivy. Band ini dibicarakan orang sampai sekarang karena dianggap sebagai leluhur dari Ska Punk dan sekaligus juga kontroversial karena mereka bubar di bulan Mei 1989, di bulan yang sama saat album penuh pertama mereka, Energy, dirilis. Tim Armstrong juga punya andil yang sangat besar atas lahirnya Dance Hall Crashers, band Ska asal Berkeley, California; yang tetap disegani sampai sekarang.
Tim Armstrong

4. Ada gak sih band Ska dari luar yang pernah main di Indonesia?
Gak banyak sih yang bisa disebutin, tapi kalau menurut saya ada 2 yang paling penting:
1. Di tahun 1996 No Doubt pernah main di pantai Sanur, Bali, dalam rangkaian konser Music For Our Mother Ocean. Yup, No Doubt yang vokalisnya Gwen Stefani, yang sekarang berubah jadi Queen of Bling Pop. Album mereka waktu itu
Tragic Kingdom emang penuh dengan unsur Ska—listen to the Spiderwebs and you’ll see what I mean—yang mungkin juga karena waktu itu sedang trend. Saya cukup beruntung sempat menonton mereka saat itu
2. Kalo gak salah di tahun 2000an, Save Ferris—the band broke up in 2005 and now Monique Powell sings for The Mojo Wire—main di Hard Rock Café Bali. Buat penyegaran, Save Ferris mendunia setelah menyanyikan remake lagu
Come on Eileen yang aslinya dinyanyiin sama Dexys Midnight Runners

5. Bisa sedikit cerita tentang band Ska di Indonesia?
Dulu jamannya Ska lagi booming, ada banyak band-band Ska di Indonesia, malah termasuk Bobby Kool dari Superman Is Dead pun sempet punya side project band Ska yang dikasih nama The Croto Chip, yang bahkan pernah ngeluarin 1 album indie yang dikasih judul Percuma.

Kalo saya sebutin, ada beberapa band Ska yang cukup penting seperti Noin Bullet yang sampai sekarang masih eksis. Trus, dulu ada Jun Fang Gang Foo dengan hits-nya Bruce Lee. Dan yang masih tetap bertahan sampai sekarang, the mighty Shaggy Dog. Juga Souljah band Ska/Reggae yang sudah ngeluarin 2 album, masih tetep beredar sampai sekarang. By the way, saya gak akan masukin Tipe X di sini,karena menurut saya mereka cuman mainin musik Melayu dengan sentuhan terompet disana-sini… They are totally NOT Ska!

6. Sebutin dong band-band Ska favorit anda!
Kalau musti disebutin bakalan sangat banyak ya, tapi biar gampang nyebutinnya, di bawah ini saya bikinkan “10 Album Ska-Punk Favorit Sepanjang Masa” menurut versi saya—in no particular order:

1. The Specials – The Specials (2-Tone/Chrystalis)
thespecials

2. Operation Ivy – Energy (Lookout!)
operationivy

3. Rancid – And Out Come The Wolves (Epitaph)
rancid_andoutcomethewolves

4. Dance Hall Crashers – Lockjaw (MCA)
dancehallcrashers-lockjaw

5. Reel Big Fish – Turn The Radio Off (Mojo)
reelbigfish-turntheradiooff

6. The Mighty Mighty Bosstones – Let’s Face It (Mercury)
mmb-letsfaceit

7. Less Than Jake – Losing Streak (Capitol)
lessthanjake-losingstreak

8. The Suicide Machines – Destruction By Definition (Hollywood)
suicide-machines

9. Voodoo Glow Skulls – The Band Geek Mafia (Epitaph)
vgs-bandgeekmafia

10. Sublime – Sublime (MCA)
sublime

7. Cool. I think that’s enough for now.





Sejarah Band ShaggyDog

3 03 2012

SEJARAH BAND SHAGGYDOG

Shaggydog adalah sebuah band yang terbentuk di Sayidan-sebuah kampung dipinggir sungai di tengah kota Jogja-yang nyaman dan damai. Pada Tanggal 1 Juni 1997, band yang beranggotakan Heru, Richard, Raymond, Bandizt, Lilik & Yoyo’ ini sepakat untuk menyebut musik yang mereka mainkan sebagai “Doggy Stylee” ; perpaduan antara beberapa unsur musik seperti ska, reggae, jazz, swing dan rock n’ roll, bahkan sampai rock yang di-mix secara special oleh 6 orang bartender ini.
Cherry Poppin Daddies, Hepcat, Bob Marley, Song Beach Dub Allstars merupakan sebagian kecil dari band-band yang meng-influence Shaggydog. Yang lain? Pahit manis hidup adalah inspirasi mereka

Waktu pun berlalu, show demi show mereka jalani. Pada tahun 1999 album shaggydog yang pertama diliris. Dengan label Doggy House (management Shaggydog), Album yang diberi title “SHAGGYDOG” ini membuahkan hasil yang diluar dugaan. 20.000 copy habis terjual. Jumlah yang cukup besar untuk sebuah band indie. Semenjak itu Shaggydog pun mulai show di daerah-daerah seputar Nusantara…dari Jawa sampai ke Lombok..sampai-sampai mereka rela meninggalkan bangku kuliah.

Dua tahun setelah itu, tepatnya tahun 2001, album kedua yang bertitel “BERSAMA” diliris. Kalau kalian tahu, album ini benar-benar diliris dengan cucuran keringat dan air mata. Motor sang manager pun tergadaikan. Bukan itu saja, rekaman yang berlangsung di Bandung ini sampai memaksa mereka untuk ngamen di kawasan Dago karena kehabisan duit…What a life Man..!!

Tahun 2003 merupakan “Lucky Year” buat Shaggydog. Dimulai New Year Party di UPN Jogja, sekitar 20.000 doggiez tumplek..blek berdansa bersama Shaggydog. Bulan Maret, Mei Shaggydog menjalani Tour 8 Kota (Semarang, Solo, Tegal, Salatiga, Purwokerto, Pekalongan, Jogja, Magelang). Dari banyaknya show, basic massa yang fanatik, musik yang ceria dan lirik yang nakal dalah beberapa diantara faktor kesuksesan Shaggydog. Dengan berbekal materi yang cukup matang, Shaggydog mengajak EMI Indonesia untuk melakukan kolaborasi agar musik yang dihasilkan Shaggydog dapat tersebar lebih luas. Kolaborasi ini akhirnya menghasilkan album ketiga Shaggydog dengan titel “HOT DOGZ”. Kalau kalian pasang telinga lebar2 selebar kuping gajah…pasti syaraf urat kalian tidak sabar untuk segera mengikuti irama lagu-lagu Shaggydog di album ini.

Lagu-lagu Shaggydog tidak hanya tersebar di Indonesia, tahun 2003 sebuah perusahaan rekaman di Jepang meminta salah satu lagu Shaggydog untuk ikut kompilasi album “ASIAN SKA FOUNDATION” yang berisi band-band ska se-Asia. Sayangnya cuma beredar di Jepang. Lagu “Second Girl” yang diikutkan Shaggydog dalam kompilasi ini.

Perjalanan panjang dan berbagai hambatan yang telah menyertai karir Shaggydog selama ini telah membulatkan tekad para personil Shaggydog untuk lebih mempertajam taring mereka (kaya macan yaa) di industri musik Indonesia. Dengan kemampuan musikalitas yang semakin berkembang menunjukkan kalau tidak hanya berharap bisa diterima oleh penikmat musik di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia sekaligus akan membuat persaingan pada industri musik semakin panas.

The Dawgz

Heru
Vocal

Name : Heru Wahyono
Place of Birth : Denpasar, Bali
Role : Vocal
Virtue : Always make friends
Vice : Always forget about something
Desert Island Disc : Bob Marley
Favorite Hangover Cure : Orange Juice and a warm kiss

Richard
Guitarist

Name : Richard Bernado
Place of Birth : Yogyakarta
Role : Guitarist
Virtue : Animal Lover
Vice : Obsession with bodily functions
Desert Island Disc : Tom Waits, Neil Young, Ramones, The Clash & The Skatalites
Favorite Hangover Cure : Sex
What gets me up in the morning : My monkey Rudy wanting to play

Raymond
Lead Guitar

Name : Raymondus Anton Bramantoro
Place of Birth : Yogyakarta
Role : Lead Guitar
Virtue : Say hello to my mom
Vice : Waking up late
Desert Island Disc : Blues, Jamaican Music
Favorite Hangover Cure : Water & Vitamins
What gets me up in the morning : Taking mom shopping
On Shaggydog : Cool band, good guys and crazy

Bandizt
Bass

Name : Aloysius Oddisey Sanco
Place of Birth : Yogyakarta
Role : Bass
Virtue : Entertain
Vice : High Temper
Desert Island Disc : Rancid, the Specials, Marley, Black Music
Favorite Hangover Cure : Sleep
What gets me up in the morning : Something to do
On Shaggydog : Family and Brotherhood

Lilik
Keyboardist

Name : Lilik Sugiyarto
Place of Birth : Yogyakarta
Role : Keyboardist
Virtue : Looking for a new friends
Vice : Snoring
Desert Island Disc : UB 40, Bob Marley, etc
Favorite Hangover Cure : Lemon Ice, Drink Squash
What gets me up in the morning : Something to do

Yoyok
Drummer

Name : Yustinus Satria Hendrawan
Place of Birth : Yogyakarta
Role : Drummer
Virtue : Silent Soul
Vice : Waking up late
Desert Island Disc : Steward Copeland (Police)
Favorite Hangover Cure : Morning Sun, a cup of tea, cigar, reggae music
What gets me up in the morning : Playing my drum
On Shaggydog : My second family, my office, my hope

 





Cara-Cara Menghormati Orang Tua

25 02 2012

Berikut adalah bagaimana Anda dapat membuat mereka merasa istimewa …
Adalah sifat manusia untuk meremehkan orang lain – terutama mereka yang sangat dekat dengan kita. Saat kita tumbuh dewasa dan sibuk dengan sekolah, teman-teman, pesta, pekerjaan dan perjalanan bisnis kita, kita cenderung mengabaikan dan gagal untuk menyadari pentingnya orangtua kita, sementara mereka selalu ada berdoa untuk kesuksesan kita … untuk kesejahteraan kita. Umumnya, ketika sebagian dari kita menyadari pentingnya mereka, itu sudah terlalu terlambat atau banyak waktu telah hilang. Berikut adalah beberapa tips mengenai bagaimana Anda dapat membuat orangtua Anda merasa istimewa, di tengah-tengah kesibukan dan tanggungjawab Anda.

Jika Anda ingin membuat orang tua Anda merasa istimewa, hal pertama yang harus diketahui adalah yang mereka suka dan tidak suka.
Ketahui kesukaan-kesukaan mereka. Mengetahui dasar-dasar seperti apakah mereka lebih suka makan di luar atau cinta masakan rumah, apakah mereka akan menikmati menonton film atau bersorak untuk tim sepak bola favorit mereka. Anda juga bisa mengetahui apakah mereka memiliki hobi.

Sekarang dari daftar yang mereka suka, mencari tahu apakah ada sesuatu yang Anda bertiga suka. Ketika semua Anda punya waktu luang, rencanakan kegiatan yang Anda ketahui dari daftar itu. Jika Anda memiliki saudara, ikutsertakan mereka juga. Ini akan membuat setiap anggota keluarga bahagia pada akhirnya. Jika Anda tidak punya waktu luang, rencanakan untuk punya waktu luang selama setidaknya satu jam dan lakukan sesuatu yang sederhana. Contohnya, Anda dapat memulai diskusi tentang urusan saat ini atau makan bersama di meja makan dan mendiskusikan bagaimana hari Anda. Bahkan Anda dapat membuat aturan “Makan malam bersama” dalam keluarga Anda di mana Anda tidak hanya menikmati makanan rumah yang lezat, tetapi juga berbicara satu sama lain tentang hari Anda.

Jika Anda memiliki sesuatu yang Anda benar-benar ingin lakukan atau suka tetapi hanya satu dari orangtua Anda yang tertarik dengan hal itu, lakukan dengan orang itu.
Anda dapat merencanakan sesuatu yang lain dengan orangtua yang lain untuk hari berikutnya. Contohnya Anda bisa mengajak ibu Anda untuk berbelanja atau ke salon kecantikan sementara Anda bisa menemani ayah Anda menonton film.

Pada saat-saat ketika Anda perlu melakukan perjalanan untuk bekerja, pastikan bahwa orangtua Anda mengetahui dengan jelas di mana dan untuk berapa hari Anda bepergian. Selalu pastikan untuk menelepon mereka setidaknya sekali sehari untuk memastikan bahwa mereka baik-baik saja dan biarkan mereka tahu bahwa juga Anda baik-baik saja. Ketika Anda pulang, jangan ragu untuk menceritakan rincian perjalanan itu, menunjukkan mereka foto perjalanan Anda, dan selalu bawa hadiah-hadiah kecil (atau besar) yang bermakna bagi mereka.

Tunjukkan rasa hormat kepada orangtua Anda setiap saat. Adalah membawa kebahagiaan besar bagi orangtua untuk melihat bahwa mereka dihormati oleh anak-anak mereka. Tidak ada jumlah uang yang bisa menyamai menerima hormat. Ketika Anda menunjukkan rasa hormat, Anda memberi mereka hadiah tak ternilai yang membuat mereka senang dan bangga. Juga berterimakasihlah. Menunjukkan rasa terima kasih kepada orangtua Anda untuk semua yang telah mereka lakukan untuk Anda membawa kebahagiaan kepada mereka. Bahkan jika cara membesarkan mereka yang kurang sempurna, Anda masih berhutang hidup Anda kepada mereka!

Selalu ingat tanggal-tanggal penting seperti ulang tahun dan hari-hari perayaan orangtua Anda.
Tidak peduli seberapa sibuknya Anda, tinggallah bersama mereka hari itu. Perlakukan mereka secara khusus … satu kejutan bahkan lebih baik! Rencanakan sebelumnya sehingga hari khusus itu tidak kacau.





Sejarah SkinHead

21 02 2012

Skinhead adalah suatu sub-budaya yang lahir di London, Inggris pada akhir tahun 1960-an. Sekarang Skinhead sudah menyebar ke seluruh belahan bumi. Nama Skinhead merujuk kepada para pengikut budaya ini yang rambutnya dipangkas botak. Sebelum bermulanya era Skinhead, ada golongan remaja yang dipanggil Mods yang menjadi pemula kepada skinheads.

Meskipun Skinhead banyak diasosiasikan dengan kelompok orang-orang yang rasis dan Neo-Nazi, namun Skinhead yang sebenarnya tidaklah Neo-Nazi, karena pada awalnya Skinhead adalah kaum tertindas dari kelas pekerja (utamanya buruh pelabuhan) di London, Inggris. Skinhead juga bisa merujuk kepada kepada kelompok orang (biasanya remaja) yang merupakan fans musik Oi!/streetpunk dan juga punk.

Skinhead merupakan subkultur yang bermula di Inggris pada era ‘60-an, ketika Mods sedang mengharubiru kaum muda Inggris. Mods yang pada awalnya didominasi kaum muda yang berasal dari kalangan menengah ke atas kemudian mewabah dan menyentuh setiap kalangan. Tidak terkecuali kalangan pekerja alias working class. Para pemuda dari kalangan tersebut meskipun harus bekerja keras tiap hari, sebagian malah sebagai buruh kasar atau buruh pelabuhan, namun tetap memiliki cita rasa tinggi dalam memilih life style tertentu. Mereka berusaha mengadaptasi life style yang berkembang dengan pola hidup, selera serta kemampuan dompet.

Maka pada sekitar tahun 1965, dalam dunia Mods dikenal pula istilah Smooth Mods (Peacock Mods) yang terdiri dari kalangan menengah stylish dengan pilihan kostum yang mahal serta Hard Mods (lemonheads, gang mods) yang terdiri dari kaum pekerja dan merupakan cikal bakal dari Skinheads.

Hard mods kemudian baru dikenal sebagai kaum Skinheads sekitar tahun 1968. Generasi pelopor Skinheads tersebut biasanya disebut Trads (Traditional Skinheads) atau Trojan Skinheads, sesuai dengan nama label Trojan Records.

Pakaian

Kaum Trads ini mudah dikenali dari setelan seperti shirt button-up Ben Sherman, polo Fred Perry, Bretel/suspender, celana jeans semi ketat, monkey boots, jaket jeans, jaket Harrington, V neck Sweater dls. Serta yang terpenting adalah potongan rambut yang pendek, berbeda dengan gaya rambut mods pada umumnya. Pilihan akan jenis rambut yang pendek ini lebih disebabkan alasan kepraktisan. Terutama karena sebagian besar lapangan pekerjaan yang tersedia tidak membolehkan pekerja berambut gondrong apalagi bergaya acak tidak beraturan. Selain itu, potongan rambut pendek dianggap sebagai keuntungan sewaktu harus menghadapi kehidupan jalanan yang keras ketika itu. Ada pula yang berpendapat bahwa pilihan berambut pendek merupakan counter terhadap life style kaum hippie yang dianggap mewah dan juga sedang berkembang pada masa tersebut. Lebih jauh lagi, suatu kisah menceritakan bahwa pilihan tersebut berasal dari kaum pekerja pelabuhan, seperti di kota Liverpool, yang memotong pendek rambut mereka untuk menghindari kutu yang banyak terdapat di sekitar pelabuhan.

Musik

Karena Skinhead sendiri pada dasarnya adalah suatu subkultur bukannya sebuah genre atau aliran musik, pilihan musiknya pun bisa beragam.

Yang pertama tentunya adalah roots mereka yang berasal dari Mods, para Trads pun pada awalnya sangat terpengaruh musik R&B ala Inggris seperti The Who, The Kinks, dan lain sebagainya. Namun, mereka juga terinspirasi oleh style ala Jamaican Rude Boy yang juga populer di Inggris pada zaman itu. Rude Boy atau Rudy merupakan sebutan untuk para imigran Jamaika yang berkulit hitam pencinta dansa dan musik asal mereka.

Hasilnya, para Trads pun sangat menggemari musik Ska, Reggae, Rocksteady, Soul, dan lain sebagainya. Sehingga kadang-kadang seorang Skinhead pun ikut menikmati alunan dari seorang penyanyi soul seperti Aretha Franklin misalnya.

Dari roots tersebut dapat ditelusuri bahwa pada dasarnya Skinhead sama sekali tidak identik dengan rasis. Sebagaimana pendapat awam pada umumnya. Karena mereka pun menikmati kultur dari masyarakat kulit hitam. Bahkan, banyak juga Skinhead yang berkulithitam dan berwarna kulit lainnya.





Sejarah Band Tipe-x

20 02 2012

Tipe-X dibentuk pada September tahun 1995, semula
kelompok ini menggunakan nama Headmaster sebagai nama band,
namun mereka akhirnya memilih nama tipe-X karena untuk memudahkan
orang mengingat. Grup ini beranggotakan Tresno (Vokal), Micky
(Bass), Yoss (Gitar), Billy (Gitar), Hendro (Drum) dan Andi
(Brass section). Semula mereka memainkan lagu – lagu grup luar seperti
Voodoo Glow Skull, Operation Ivy & mighty-mighty bosstone, namun akhirnya mereka
mengganti dengan membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri. Festival –
festival musik
hingga panggung – panggung underground di Jakarta & sekitarnya mereka jajal,
Mereka juga
pernah menjadi salah satu juara favorit Festival Musik Alternatif di Menteng
tahun 1995.

Mereka akhirnya membuat beberapa demo lagu, lalu tipe-X
berinisiatif mengirimkan demo lagu `Frustasi` ke acara Ekspresi
Indosiar dan ditayangkan. Mereka juga mengirimkan demo lagu
Bebas Pusing ke acara IndieLapan radio Prambors dan masuk
peringkat lima. Setelah itu tawaran manggung pun semakin banyak.
Ketika lagu – lagu ciptaan mereka sudah terekam sekitar 10 lagu,
tipe-X pun mulai mencoba memasukkan demo lagu ke major label.
Mereka ingin menawarkan konsep SKA versi tipe-X dan rencananya jika tidak
diterima,
mereka akan menempuh jalan Indie Label. Mereka tidak menyangka musik tipe-X
akhirnya tembus juga ke industri rekaman pada awal akhir dekade 90an.
untuk memperbaiki kualitas debut album tipe-X mengaransemen kembali beberapa
lagu – lagu yang pernah mereka bikin,
semula mereka menjagokan lagu Frustasi dan Bebas Pusing, ternyata
Pops selaku produser lebih memilih lagu Genit yang justru dibikin
secara mendadak. Debut album tipe-X berjudul “SKAPhobia” akhirnya Rilis pada
bulan Juni 1999 dan beredar dipasaran lewat label rekaman Pops Musik dibawah
Aquarius Musikindo
selaku distributor, sampai saat ini tipe-x telah mengeluarkan 5 album,
diantaranya: skaphobia 1999, Mereka Tak Pernah Mengerti 2001, Super Suprise
2003, Discography Hitam Putih 2005, Album the best A journey 2007,Untuk Album Festival Perasaan 2009 yakni di bawah bendera “Michelin
Records” dan kerajaan Entertainment.Kemudian pada Tahun ini Tipe-x kini dibawah “Amazing Entertainment”

ALBUM-ALBUM BAND TIPE-X

ALBUM 1

Release    : 1999
Label        : Pops Aquarius Musikindo
Format     : CD & Cassete
Credits     : 380.000 copies [2 platinum]

01. Angan
02. Frustasi
03. Genit
04. E.P
05. My World
06. Bebas Pusing
07. Bernyanyi
08. Stress
09. I.C.U
10. Song from Distance

ALBUM 2

Mereka Tak Pernah Mengerti
Release    : 2001
Label        : Pops Aquarius Musikindo
Format      : CD & Cassete
Credits      : 500.000 copies [3 platinum]

01. Sakit Hati
02. Salam Rindu
03. Lagi-lagi Sendiri
04. Sst…
05. Indonesia Sayang
06. Harus Pisah
07. Keracunan
08. Sadar Dong!!!
09. Biar Nggak Penasaran
10. Selamat Jalan

ALBUM 3

Super Surpirise
Release  :  2003
Label      :  Pops Aquarius Musikindo
Format    :  cd & casette
Credits    :  150.000 copies [1 platinum]

01. Salah Pilih
02. Hujan
03. Pacar yang Baik
04. Karena Cemburu
05. Gombal
06. Lagu Ya… Ya… Ya…
07. Ngga Tahu Diri
08. Jangan Jadi Pecundang
09. Saat Cinta Itu Tiba
10. Di Mana Cinta!!!

ALBUM 4

Discography Hitam Putih
Release  :  2005
Label      :  Pops Aquarius Musikindo
Format   :  CD & Cassette
Credits   :  120.000 copies

01. Melati Aku Benci Kamu
02. Pria Tampan
03. Kamu Ngga’Sendirian
04. Cuma Main-Main
05. Tanda-Tanda Patah Hati
06. Satu-Satunya
07. Mawar Hitam
08. X-Friends
09. Jangan Diam
10. Maafkan Aku

ALBUM 5

a Jouney

Release   : 2007
Label       :  Pops Aquarius Musikindo
Format    :  CD & Cassette
Credits    :  120.000 copies [running up ..]

01   Kamu Penipu
02   Karena Patah Hati
03   Genit     Drums – Hendro
04   Kamu Ngga’ Sendirian
Backing Vocals – Dessy Fitri, Trumpet – Egi AFL
05   Mawar Hitam
Backing Vocals – Dessy Fitri, Trumpet – Egi AFL
06   Selamat Jalan
Drums – Hendro
07   Dugem
08   Sakit Hati
Drums – Hendro
09   Angan
10   Karena Cemburu
11   Salam Rindu
Drums – Hendro
12   Pacar Yang Baik
13   Song From Distance

ALBUM 6

Album   : Festival Perasaan
Year Release : 2009
Label Record : Michelin Record

01. Ciuman Pertama
02. Mungkinkah Dia
03. Saat-saat menyebalkan
04. Cinta Sederhana
05. Pengakuan
06. Hey!!!
07. Bimbang
08. Jantung Hatiku
09. Lagu Pembunuh Sepi
10. Untuk Yang Terakhir





Sejarah music SKA

20 02 2012
SKA
Perang Dunia II yang mengubah segalanya kekuasaan Inggeris
terhadap negara _negara jajahanya.Runtuh sebelum masa PD II &
terpecah belah, pada saat pertengahan masa peperangan Inggeris
memberikan kemerdaakaan kepada negara_negara jajahannya setelah mendapat
tekanan dari pemerintahan kolonial. Pada tahun 1962 Jamaica membentuk
pemerintahan sendiri meskinpun masih tetap sebagai negara yg makmur,
Budaya Jamaica & muziknya mula terfleksi dalam optimisme baru
& aspirasi rakyat yang liberal.
Sejak tahun 40’an Jamaika telah mengadopsi & mengadaptasi berbagai bentuk muzik dari Amerika.
Pada saat PD II berakhir, begitu banyak band-band di Jamaika yang
memainkan muzik² dansa. Grup seperti Eric Dean Orchestra dengan
trombonisnya Don Drummond & master gitarisnya Ernest Ranglin
terpengaruh oleh pemuzik² jazz Amerika seperti Count Bassie, Erskine
Hawkins, Duke Ellington, Glenn Miller & Woody Herman. Ditahun 50’an
ketenaran band-band jazz di Amerika digantikan oleh grup-grup yang kecil
& cenderung lebih memainkan irama bop/rhythm & blues sound.
Musisi Jamaika yang sering berkunjung ke Amerika terpengaruh &
membawa pola permainan muzik tersebut ke daerah asalnya. Band-band local
di Jamaika seperti Count Smith The Blues Blaster, Sir Nick The Champ
& Tom The Great Sebastian mulai memainkan gaya baru tersebut.
Ditahun 1954, pertunjukan terbesar pertama kali diadakan di kota
Kingston tempatnya di Ward Theatre. Band-band tradisional yang memainkan
irama mento-folk-calypso turut mengambil bahagian & sering kali
band-band tersebut mengisi acara di hotel-hotel yang ada di Jamaika
& mengelilingi pulau tersebut. Pada akhir tahun 50’an
pengaruh-pengaruh jazz, R&B, & mento (sejenis muzik calypso)
melebur menjadi satu bentuk baru yang dinamakan ‘shuffled’. Irama
shuffled memperoleh populari berkat kerja keras musisi-musisi seperti
Neville Esson, Owen Grey, The Overtakers & The Matador Allstars.
Banyak studio & perusahaan rakaman yang mengalami perkembangan &
terus berusaha untuk mencari bakat² baru. The Jamaican Broadcasting
Corporation pun ikut membangkitkan semangat kepada pemuzik² muda melalui
siaran acara² di radio.
Dua orang yang amat berpengaruh dalam perkembangan musik di Jamaika pada tahun 50’an adalah Duke Reid &
Clement Seymour Dodd. Bersama istrinya, Duke Reid memiliki kedai
‘Treasure Island Liquor’ yang berlokasi di jalan Bond (Bond street).
Soundsystem Reid dikenal dengan nama ‘The Trojan’, diambil dari tulisan
yang tertera pada traknya. Trak yang biasa digunakan sebagai angkutan
barang untuk kedainya. Dodd menamakan soundsystem miliknya ‘Sir Coxsone
Downbeat’ yang diambil dari nama pemain kriket asal Yorkshire, Coxsone.
Sepanjang akhir tahun, kedua orang tersebut memimpin persaingan dalam
bisnes muzik. Walaupun Coxsone lebih dekat dengan ‘Ghetto'(perkampungan
yang didiami kaum atau kelompok tertentu) Adalah Reid yang dianugerahi
sebagai ‘King of sound & blues’ di Success Club (acara
penganugerahan) di tahun 1956, 1957, 1958.
Tahun 1962, saat di mana Jamaika sedang cenderung meniru musik-muzik Amerika, Cecil
Bustamente Campbell yang kemudian dikenali dengan nama ‘Prince Buster’,
tahu bahawa sesuatu yang baru amat ditubuhkan pada saat itu. Ia memiliki
seorang gitaris yang bernama Jah Jerry yang kemudian bereksperimen di
muzik dengan menitikberatkan ‘ketukan ‘afterbeat’ ketimbang ‘downbeat’.
Hingga pada saat ini ketukan afterbeat menjadi esensi dari singkop
(penukaran irama) khas Jamaika. Ska pun lahir. Soundsystem/studio
rekaman pun mulai merakam hasi kerja mereka. Dengan tidak memberikan
label pada vinyl (piring hitam) dengan tujuan agar memperoleh keuntungan
diantara para pesaingnya. Sehingga yang lain tidak dapat melihat apa
yang dimainkan & ‘mencuri’ untuk sondsystem mereka sendiri.
Perang antara soundsystem pun memuncak hingga pada saat para donatur terancam
oleh segerombolan orang² yang menyebabkan permasalahan. Orang² ini
dinamakan ‘Dance Hall Crashers’. Meskipun fasilitas Mono Recording yang
masih primitif, adalah keteguhan hati dari antusiasnya akan muzik ska
yang memungkinkan untuk menjadi muzik komersil dari Jamaika yang pertama
kali. Dan kenyataannya ska dikenal sebagai musik dansa rakyat Jamaika.
Sepanjang tahun 60’an wilayah ghetto di Jamaika dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang
mencari pekerjaan. Pada waktu itu amat susah di dapati. Pada awalnya
pemuda-pemuda ini tidak tertarik dengan optimisme musik ska.
Pemuda-pemuda tersebut menciptakan identiti kelompok sebagai ‘Rude Boy’
(sebuah trend dikalangan pemuda yang pernah terjadi pada periode awal
tahun 40’an) Menjadi ‘Rude’ ertinya menjadi seseorang dimana masyarakat
menganggapnya tidak berguna. Gaya dansa ska para Rude Boy memiliki ciri
khas tersendiri, lebih pelan, dengan tingkah seakan-akan meninju
seseorang. Rude Boy memiliki koneksitas dengan ‘Scofflaws'(orang-orang
yang selalu menentang hukum) & dunia kriminal lainnya. Hal ini
terefleksikan dalam lirik-lirik lagu ska. (catatan: gaya penampilan
berpakaian Rude Boy iatu dengan celana panjang yang mengatung hanya
semata kaki). Muzik ska sekali lagi mengalami perubahan untuk
merefleksikan ‘Mood of the rude’ dengan menambahkan tensi pada permainan
bass yang disesuaikan dengan gaya sebelumnya iatu ‘free-walking bass
style’.
Banyak yang datang mengadu nasib di kota Kingston untuk memperoleh pengetahuan dalam industri muzik yang kemudian beralih
menjadi penjual ganja ketika gagal & modal makin menipis. Banyak
pula yang berkecimpung dalam dunia kriminal (tergambar dalam film ‘The
Harder They Come’ yang diperankan oleh Jimmy Cliff …film ini dipercaya
mengisahkan tentang perjalanan hidup Jimmy Cliff)
Dua parti politik yang ada di Jamaika membentuk banser bersenjata. Opini publik
pun
mengarah pada penentangan terhadap kelompok Rude Boy & penggunaan senjata api. Peraturan memiliki senjata api pun ditilik
kembali setelah melalui periode dimana kepemilikan senjata diperbolehkan
asal tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Siapa pun yang memiliki
senjata api yang ilegal, diancam hukuman penjara seumur hidup
Artis & produser mendukung bahkan ‘memaafkan’ atas prilaku kelompok Rude
Boy melalui
muzik ska. Dukungan untuk tidak menggunakan senjata api terefleksi dalam lagu-lagu seperti “Lawless street” dari kelompok Soul
Brothers, “Gunmen coming to town” The Heptones. Duke Reid memproduseri
salah satu grup ska The Rude Boy (shuffling down Bond street) C.S. Dodd
pun ikut memproduksi grup muda yang memiliki visi muzik mereka sebagai
‘rudies’ iatu kelompok The Wailers ( Bob Marley, Peter Tosh, Bunny
Wailer).
Prince Buster menemukan seseorang yang memiliki mitos karakter sebagai Rude Boy iatu
Judge Dread. Lagu “007 Shanty Town” yang dinyanyikan oleh Desmond Dekker adalah sebuah karya cemerlang dalam
mendokumentasikan perilaku Rude Boy kedalam sebuah lagu (berhasil
memasuki urutan tangga lagu ke 14 di UK Charts)
Tema rude boy masih mendominasi sepanjang periode ska, dan popularitinya memuncak
sepanjang musim panas tahun 1964. Beat ska menjadi lebih lambat &
Rocksteady pun lahir. Gelombang ska pertama berakhir pada tahun 1968
(Rocksteady adalah bahagian cerita lain: Rocksteady kemudian melahirkan
muzik Reggae. Populariti muzik Reggae di Inggris di sebarkan oleh
Skinhead; kelompok Rastafarian mengadopsi muzik Reggae & lirik²
lagunya cenderung bertemakan ajaran Rastafari & pandangan
Relijiusnya, Reggae pun berkembang menjadi ‘Dub’, ‘Dancehall’, &
seterusnya …& seterusnya …)
Memasuki gelombang kedua …sebelumnya marilah kita lihat beberapa sejarah ska lainnya:
ditahun 1962, saat di mana Inggris menjanjikan jaminan secara tak terbatas
kepada para
imigran yang berasal dari negara² persemakmurannya, rusuhan pun terjadi. Disaat itu muzik ska & Reggae sedang populer.
Dibawa dari Jamaika oleh banyak pemuzik & produser yg ikut
berimigrasi, termasuk ‘The Trojan’ & seorang kelahiran Kuba, Laurel
Aitken. Pada tahun 70’an, imej Rude Boy diperbaharui & terhasil
dalam penggabungan 2 jenis musik yg masih tergolong baru di Inggris iatu
Reggae & Punk oleh band The Clash (Rudie can’t fail). Antara
pertengahan hingga akhir tahun 70’an, band seperti The Coventry
Automatics memilih untuk memainkan ska ketimbang Reggae karena menurut
Jerry Dammers (pendiri band tersebut), memainkan musik ska lebih mudah
& gampang. The Coventry Automatics merubah namanya menjadi The
Specials AKA The Automatics, kemudian berubah lagi menjadi The Specials.
Selanjutnya pada tahun 1979 Jerry Dammers mendirikan 2Tone Records. Keinginan
Dammers layaknya seperti Prince Buster di awal tahun 60’an yaitu
menciptakan sesuatu yang baru. Hitam & putih menjadi simbol.
Lahirlah yang dinamakan dengan 2Tone ska. Logo 2Tone iatu gambar kartun
pria berpakaian jas hitam dengan kemeja putih, dasi hitam, topi ‘pork
pie’, kaca mata hitam, kaus kaki putih & sepatu ‘lofers’ hitam
menjadi logo resmi yang karakternya di beri nama ‘Walt Jabsco’ (diambil
dari nama Walt Disney, pendiri film kartun & Jabsco bererti ganja
dalam bahasa slang latin). Diciptakan oleh Dammers sendiri
berdasarkan pose Peter Tosh pada sebuah photo awal kelompok The Wailers yang dapat
di lihat pada cover album ‘The Wailing Wailer Studio One Realease’.
Pada saat rusuhan sedang terjadi, & organisasi racist ‘National Front’
sedang tumbuh
pesat, pakaian hitam putih & band yang anggota nya terdiri dari perusuh, mengetengahkan
lagu-lagu yang bertemakan ‘unity’ disaat negara tersebut sedang terpecah belah oleh isu
racial. Sama halnya dengan musik ska di Jamaika, situasi yang terjadi pada saat
itu
terefleksi kedalam lirik lagu, seperti “Racist Friend” The Specials AKA. Band-band seperti
Madness, The Beat, The Selecter, The Bodysnatchers & The Specials membuat ska menjadi sesuatu yang segar
dengan mengolah nomor-nomor ska klasik dari Prince Buster (Roughrider,
Madness, Too hot, dll.) & artis-artis gelombang pertamanya.Band lain
yang tidak termasuk 2Tone tetapi berasosiasi dengan gerakan 2Tone
adalah Bad Manners. Ada juga persilangan dengan artis gelombang pertama
dengan band 2Tone (Rico Rodriguez adalah pemain trombone yang menjadi
additional player pada kelompok The Specials, anak murid dari pemain
trombone ternama Don Drummond & sering dipakai sebagai musisi studio
do Jamaika)
Pada akhirnya Chrysalis Records membeli 2Tone dari Dammers dengan keputusan menandatangani perjanjian kontrak dengan
band-band 2Tone lainnya. Termasuk antara lain: The Specials, The
Selecter, Madness, Rico Rodriguez, The Swinging Cats, The Friday Club,
The Bodysnatchers, The Hisons, JB Allstars, Specials AKA, The
Apollonairs, The Beat (di Amerika di kenali dengan nama ‘The English
Beat’ karena sudah ada band yang memakai nama The Beat) & sebuah
single dari Elvis Costello. (catatan: single Elvis Costello tersebut
berjudul “I can’t stand up for falling down” menjadi permasalahan &
tidak pernah di jual. Copy lagu tersebut diberikan secara gratis kepada
penggemar Costello pada saat pertunjukannya. Costello memproduseri debut
album The Specials & menjadi guest singer sekaligus produser untuk
single The specials AKA yang berjudul Nelson Mandela 12″.
Tahun 1985 2Tone label dibubar. Dammers mengalami kebangkrutan terhadap
perusahaan Chrysalis. Band-band 2Tone mengalami masa popularitasnya dari
tahun1978-1985 walau bagaimanapun bukan hanya 2Tone yang memainkan
musik ska. Diantara band-band lainnya adalah The Tigers, Ska City
Rockers, The Akrylykz (dengan Roland Gift pada tenor sax, yang kemudian
bergabung bersama anggota The English Beat Cox, & Steele yang
belakangan menjadi penyanyi di Fine Young Cannibals), The Employees, The
Piranhas, dan masih banyak lagi …
Hal tersebut menutup gelombang kedua musik ska …pada gelombang ketiga: dengan berakhirnya
2Tone & gelombang kedua, musik ska menjadi sempit namun tidak
menjadi musik yang usang. Adalah The Toasters (pernah merilis single
dibawah nama ‘Not Bob Marley’), Bim Skala Bim, The Untouchables &
Fishbone yang menjadikan tradisi dalam mencampur beat ska dengan unsur²
muzik lainnya seperti pop, rock dan beat-beat lainnya.
Kehadiran gelombang ketiga musik ska terdiri dari berbagai bentuk dengan
mengkombinasikan hampir setiap jenis muzik yang kira-kira dapat
dicantumkan dengan irama ska. Band-band seperti Jump With Joey, Hepcat,
Yebo, NY Ska Jazz Ensemble & Stubborn Allstars tetap bermain pada
akar ska Jamaika. Operation Ivy, Voodoo Glow Skulls, Mighty Mighty
Bosstones, dll. menggunakan energi punk untuk menciptakan ska-core.
Regatta 69, Fillibuster, Urban Blight, dll. tetap bertahan pada corak
Reggae/Rocksteady beat. Punch The Clown, Undercover S.K.A., dll.
mencirikan pengaruh dari gaya 2Tone. Yang menarik adalah band asal
Florida, Pork Pie Tribes menggabungkan beat ska dengan muzik tradisional
Irlandia. Hal lain yang lebih menarik adalah grup band The Brownies
yang mencampurkan ska dengan apa saja !!
Imej Rude Boy/Rude Girl hadir kembali pada gelombang ketiga, namun kali ini tidak sebagai
pemberontak. Tetapi sebagai suporter yang fanatik dengan muzik SKA, Skinhead Against
Racial Prejudiced (SHARP’s) juga konsep-konsep ‘sell outs’. Ada
beberapa aspek diantaranya yang belum berubah: ska masih menjadi muzik
dikalangan remaja, setiap pertunjukan ska dapat disaksikan oleh segala
umur & tidak terlalu mahal untuk mengakomodasikannya. Disamping itu
juga ska masih membentuk beat yang unik & harmonis walaupun
digabungkan dengan unsur-unsur muzik lainnya & orang-orang pun masih
banyak yang menikmatinya.